Think you know all there is to know about your lady parts? Think again. Here, we take you through 10 things that you should know about the vagina.
Rileks dan nikmati prosesnya. Keintiman seperti ini mungkin terasa canggung jika sebelumnya tidak pernah dicoba. Sambil menyesuaikan diri, fokuslah untuk rileks dan ambil napas dalam di sepanjang prosesnya.[16] X Teliti sumber
Tidak seperti apa yang mungkin Anda percaya dari TV atau film, sebenarnya orgasme bisa dicapai dengan lebih dari satu cara. Ada berbagai tipe dan intensitas orgasme, dan dalam prosesnya, Anda akan lebih mengenal tubuh Anda sendiri.
Anorgasmia adalah kondisi ketika seseorang sulit atau tidak bisa orgasme meskipun menikmati hubungan seksual dan senang akan aktivitas tersebut.
Unlike males, most females do not have a recovery period and so can have further orgasms with repeated stimulation.
Evolutionary analysis of sex differences in reproductive strategies can help explain the importance of smell in sexual arousal due to its link to immunological profile and offspring viability.[33] This is because olfactory cues may be able to trigger an incest avoidance mechanism by reflecting parts of an individual's genetic equipment.
Historically, monogamy has never been as strict as we might imagine, says sex therapist Magdalena Fosse. Our relational preferences are far more fluid than we tend to acknowledge.
"Sangat penting untuk dapat berkomunikasi secara tegas dan terbuka dengan pasangan seksual Anda. Anda perlu mampu memberi tahu kepada pasangan apa yang Anda suka tanpa rasa malu atau bersalah," ujar Trinidad Forttes.
Selalu cuci tangan setelah dimasukkan ke dalam anus. Jika Anda langsung masturbasi vaginal setelah anal, Anda akan mentransfer bakteri dan kuman ke vagina.[27] X Teliti sumber
Anorgasmia dapat terjadi pada siapa saja dan paling sering pada wanita yang sudah menopause. Gejala utama yang dirasakan ketika mengalami anorgasmia adalah brinquedo sexuais tidak mampu mencapai klimaks seksual (orgasme).
Bukan hanya pria, wanita juga memiliki tingkat orgasmenya sendiri ketika melakukan hubungan seksual. Jenis orgasme yang dialami wanita pun bisa berbeda-beda.
They can be used by someone on their own, with partnered sex, or group sex. They can be exciting and provide new types of stimulation that the body cannot produce, such as vibrations.
Male orgasmic disorder (male anorgasmia) involves a persistent and recurrent delay or absence of orgasm following sufficient stimulation.
Hello Sehat ingin menjadi sumber informasi Anda dalam membuat keputusan kesehatan dan agar Anda bisa selalu hidup sehat dan bahagia.
Comments on “5 Demonstrações simples sobre orgasme Explicado”